guruhugo.id
  • TERAS
  • CERITAKU
    • ADE 2015
    • Pemikiran
    • Workshops
  • TERAS
  • CERITAKU
    • ADE 2015
    • Pemikiran
    • Workshops

FRESH GRADUATE BERPENGALAMAN!

9/17/2018

0 Comments

 
Dalam CV saya sekian belas tahun silam, tertulis pengalaman kerja selama 3 tahun. Sedikit aneh karena saya baru saja lulus. Namun, kenyataannya memang begitu dan bukan sebuah kebohongan. Bagaimana bisa begitu? Kata kuncinya berkaitan dengan waktu. Ada dua hal yang saya lakukan, yaitu: 1) Atur waktu, 2) Paruh waktu.


Ya! Ketika saya menginjak semester enam, dimulailah pengalaman kerja itu. Saya memulai dengan hal pertama: Atur waktu. Seperti yang kita semua tahu bahwa kuliah tidak memakan waktu kita dari Senin - Sabtu dengan jadwal yang sama. Ada kalanya di hari-hari tertentu jadwal kuliah hanya terisi 1 atau 2 slot. Itu pun bisa hanya di pagi atau siang atau bahkan sore hari. Nah, mulailah saya berpikir untuk mengatur waktu agar saya bisa bekerja. Ya! Be-ker-ja!

Tentu saja saya tidak akan menjadi seorang pekerja purna waktu. Saya memulainya dengan menjadi pekerja paruh waktu. Setelah melihat jadwal kuliah dan kesempatan yang ada, maka saya mengambil sekaligus dua pekerjaan! Pertama, saya bekerja di hari Sabtu saja sebagai guru Bahasa Inggris di sebuah sekolah dasar. Saya mengajar kelas 4 sampai dengan 6 di hari itu. Kebetulan sekali saya tidak memiliki jadwal kuliah di hari Sabtu. Masih ada satu pekerjaan lagi!

Pada waktu itu, di kampus ada lowongan petugas informasi pendaftaran mahasiswa baru. Menariknya, itu adalah pekerjaan paruh waktu. Petugas informasi hanya akan memberikan pelayanan selama 2-3 jam bergantian. Saya mendapatkan pekerjaan itu. Dalam prosesnya, pihak kampus menanyakan jadwal kuliah saya. Jadwal menjadi petugas informasi diberikan di sela-sela jadwal kuliah. Senangnya mendapatkan jadwal di mana saya bisa bekerja paruh waktu selama 3 jam setiap hari Senin, Rabu dan Jumat. Hal kedua dalam daftar terpenuhi: paruh waktu!

Bekerja sebagai guru Bahasa Inggris dan sebagai petugas informasi cukup berbeda. Namun begitu, ada kesamaan juga. Keduanya membutuhkan skil berkomunikasi yang baik. Keduanya juga mengajarkan saya untuk menyadari bahwa saya adalah representasi sebuah institusi. Artinya, penampilan, tutur kata dan gerak-gerik saya juga harus seirama dengan institusi tersebut. Konsekuensinya, saya harus berpenampilan rapi, bertutur kata sopan dan juga merespon semua hal dengan sangat positif. Secara tidak langsung, saya mengasah diri untuk siap memasuki dunia kerja.

Pendek cerita, saya menjalani banyak pekerjaan paruh waktu sebelum lulus kuliah. Pekerjaan-pekerjaan yang di kemudian hari saat ijazah kelulusan saya terima, telah menghiasi CV saya menjadi cukup panjang untuk seorang yang baru saja lulus. Mendapatkan uang tambahan tentu saja menjadi satu kesenangan. Namun begitu, hal paling mendasar adalah kesiapan bekerja dan juga kemampuan mengatur waktu mengasah diri menjadi profesional di masanya. Nah, buat Anda yang masih menjadi mahasiswa, ayo mulai atur waktu untuk bekerja paruh waktu!

salam,


Hugo Indratno



0 Comments



Leave a Reply.

Powered by Create your own unique website with customizable templates.