guruhugo.id
  • TERAS
  • CERITAKU
    • ADE 2015
    • Pemikiran
    • Workshops
  • TERAS
  • CERITAKU
    • ADE 2015
    • Pemikiran
    • Workshops

SIKAP DAN AKADEMIK

8/28/2015

0 Comments

 
Sekian tahun yang lalu dalam sebuah wawancara kerja, ada satu pertanyaan menarik yang dilontarkan kepada saya.
"Mana yang lebih penting, akademik atau sikap?" 
Saya terdiam sejenak. Lalu mencoba bertanya untuk sebuah jawaban diplomatis, klise dan berimbang. 
"Apa bisa jawabannya bahwa keduanya sama penting?"
Penanya, yang tiada lain adalah calon pimpinan saya (saya sebut calon karena belum resmi menjadi pimpinan saya, bukan?) tersenyum. Lalu Beliau berkata, "Hugo, Anda harus menjawab mana yang lebih penting. Artinya memang keduanya penting. Hanya saja, saya mau mendengar dari Anda, mana yang lebih penting". 
Setelah terdiam sejenak, maka saya menjawab dengan mantap: Sikap.
Lalu saya mulai memberikan alasan-alasan mengapa sikap lebih penting daripada akademik. Saya menggambarkan dalam pola sebuah pencapaian. Bagi saya, pencapaian sikap lebih penting karena ketika sikap telah terbentuk dengan bagus, akademik akan dengan serta merta mengikuti. Walau begitu, saya masih menambahkan bahwa kemampuan akademik juga melihat minat dari peserta didik juga.
Beliau tersenyum mendengar jawaban saya.

Beberapa saat kemudian, saya disodori selembar kertas dan sebuah spidol. 
"Hugo, coba kamu gambarkan secara sederhana tentang jawaban tadi".
Setelah berpikir sejenak, saya mulai menggambar. Berikut gambar saya.
Picture
Lalu kami terlibat dalam satu diskusi, mengapa saya menaruh akademik di bawah garis sementara sikap ada di atas garis. Saya menerangkan bahwa sikap ada di atas akademik karena ia harus ada terlebih dahulu sebelum akademik. Artinya, anak didik harus diajarkan dahulu bagaimana bersikap sebagai individu yang terikat dengan individu lainnya dalam tatanan keluarga dan masyarakat. Beliau tersenyum. 
"Saya memiliki gambar yang mirip dengan Anda. Begini gambar saya".
Gambar yang Beliau sodorkan memang mirip dengan gambar saya. Hanya saja perpotongan garisnya bukan horizontal melainkan diagonal. Berikut gambarnya: 
Picture
Diagram sikap dan akademik menurut Kathryn Young
Beliau menjelaskan bahwa kita sebagai pendidik bisa membawakan sikap dan akademik bersamaan. Perbedaannya adalah terletak di titik beratnya. Dari gambar di atas dapat dilihat bahwa porsi sikap lebih besar daripada akademik di awal garis diagonal. Saya yang mendengar penjelasan Beliau, magut-mangut tanda setuju. Benar dan setuju atas apa yang dikatakan Beliau. Itulah yang terbaik untuk melihat bagaimana pencapaian sikap harus menjadi prioritas. Sangat menarik untuk menjadi pengingat buat kita para pendidik. 
Semoga kita semua, para pendidik dan juga (menurut hemat saya) para orangtua, bisa melihat bahwa mendidik sikap yang benar adalah hal paling mendasar dibandingkan mengejar pencapaian akademik. Kita ini adalah mahluk yang berelasi dan berkeinginan sosial, maka sikap kita adalah keutamaan. 

tabik,

​Hugo Indratno
0 Comments



Leave a Reply.

Powered by Create your own unique website with customizable templates.